Tips Hindari Rasa Ingin BAB Saat Lari

0
1020

Tips Hindari Rasa Ingin BAB Saat Lari
Orang yang hobi lari pasti pernah mengalami ini

Anda pernah mengalami perasaan: “tiba-tiba ingin buang air besar (BAB) saat lari?”. Hal itu pasti membuat kesal. Rekor lari saat lomba yang diincar pun lepas dari genggaman karena harus pergi ke toilet.

Pengalaman ingin buang air besar ini dialami mulai dari pelari santai hingga pelari ultra maraton. “Dalam beberapa studi, sampai 80 persen pelari mengalami gangguan perut, mulai dari nyeri perut hingga disfungsi usus,” kata ahli gastroenterologi dari St Joseph’s Hospital di Orange, California, James Lee, MD.

Sebuah review yang dirilis oleh running.competitor.com, terhadap faktor risiko yang berhubungan dengan gejala gastrointestinal selama olahraga pun membuktikan wanita dan atlet muda lebih rentan daripada pria dan atlet senior, untuk mengalami masalah gastrointestinal bawah, seperti kram, flatulensi, diare.

Ada banyak alasan mengapa kita tiba-tiba harus ke toilet saat lari. Mulai dari motilitas usus hingga genetika. Misalnya, dalam studi terhadap 221 atlet pria dan wanita, terdapat prevalensi tinggi gejala-gejala yang langsung berhubungan dengan riwayat masalah gastrointestinal.

Namun, bukan berarti jika kita bebas dari masalah gastrointestinal, kita tak akan mengalami masalah yang sama. “Misalnya, motilitas usus, yang artinya seberapa sering kita harus buang air besar dan kekerasan feses jadi meningkat ketika kita lari berkat keluarnya hormon di dinding perut karena gerakan meloncat saat lari,” kata James.

Semua faktor itu berkumpul jadi satu menjadi penyebab ingin buang air besar saat lari. Lee mencatat bahwa lari (dan juga olahraga lain yang membuat perut bergerak) dapat pula mengubah sesuatu yang disebut permeabilitas mukosal yang mengontrol keluarnya zat dari dalam saluran pencernaan ke seluruh tubuh.

Hal ini menyebabkan buang air besar jadi sedikit kurang keras dan tiba-tiba kita jadi ingin buang air besar. “Ketika lari, aliran darah meningkat ke otot-otot untuk membantu mengalirkan oksigen dan membuat tubuh tetap dingin,” kata Christopher P. Hogrefe, MD, ahli kedokteran olahraga di Northwestern Memorial Hospital.

“Tetapi hal yang tak diketahui adalah hal ini juga menurunkan aliran darah ke usus dan menyebabkan kram perut dan berpotensi menyebabkan ingin buang air besar,” tambahnya. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan agar tak buang air besar saat lari, seperti di bawah ini:

  1. Batasi makanan tertentu

Serat, lemak, protein dan fruktosa semua berhubungan dengan masalah pencernaan saat lari. Dehidrasi pun memperparah masalah tersebut. James merekomendasikan menghindari makanan tinggi kalori dan lemak tiga jam sebelum lari.

  1. Hindari aspirin dan obat jenis NSAID seperti ibuprofen.

Jenis obat seperti ini ditemukan meningkatkan permeabilitas usus dan menyebabkan masalah pencernaan. Itu menurut sebuah studi kasus yang meneliti pelari.

  1. Mengatur waktu makan

“Setelah kita makan, tubuh ingin memberikan ruang untuk makanan lain sehingga pergerakan usus meningkat setelah makan,” kata Christopher.

Agar hal ini menguntungkan kita, makanlah paling tidak dua sampai tiga jam sebelum lari untuk memastikan kita dapat buang air besar dan lari dengan sistem pencernaan yang bersih. Jika makan sebelum lari, ini dapat menyebabkan pencernaan menjadi terbebani.

Sumber: running.competitor.com
Visual: on-running.com

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.