Tips dan Trik Meningkatkan Mileage Tanpa Resiko Cedera

0
85
Tips dan Trik Meningkatkan Mileage Tanpa Resiko Cedera

Seperti yang dilansir runnersworld.com salah seorang atlit lari asal Australia Alex mengajukan sebuah pertanyaan dimana ia ingin meningkatkan jarak tempuh rutinitas lari migguannya tanpa adanya resiko cedera. Berikut kutipan pertanyaan yang diajukan oleh Alek dikutip dari majalah runnersworld.com:

I’d like to increase my weekly mileage, but I’m concerned about getting hurt. Unfortunately, I have had several running related injuries already. Right now I’m running between 12 to 15 miles a week but would like to build up to at least 20 miles a week, maybe more. How can I increase my mileage without increasing my risk of injury?

Ketika suatu saat kita ingin merubah rutinitas latihan seperti lari, apakah itu untuk meningkatkan jarak tempuh ataukah untuk meningkatkan kecepatan, tentunya resiko cedera yang akan dialami akan besar juga. Tentunya ada cara pintar bagaimana kita merubah menu rutinitas latihan migguan kita dengan sedikit resiko cedera yang akan dialami.

Pertama dan yang paling penting adalah ikutilah langkah-langkah benar bagaimana kita akan merubah atau meningkatkan jarak tempuh lari mingguan kita. Coba dengan peningkatan 10% dari porsi jarak sebelumnya dengan melakukannya selama 3 minggu dan jangan menambah atau mengurangi porsi tersebut.

Pemilihan sepatu lari juga mempengaruhi resiko cedera. Jadi apakah sepatu yang kita pakai sudah tepat dan memiliki performa yang dapat meminimalisir cedera saat latihan? Berikut adalah rekomendasi sepatu lari yang tepat untuk kita untuk meminimalisir resiko cedera saat latihan ataupun jogging.

Juga sesering mungkin mengganti sepatu sesuai kebutuhan kita saat latihan, karena setiap sepatu sekarang memiliki kelebihan masing-masing untuk tipe kebutuhan lari kita. Kita juga memerlukan penanganan medis profesional untuk cedera yang kita alami sebelumya, pencegahan dan pengobatan dini dapat meminimalisir resiko cedera saat latihan.

Selanjutnya adalah secara bertahap lakukan pemanasan (Warming up) dan cooldown phase. Ini penting dilakukan untuk meminimalkan resiko cedera. Tahap ini sering tidak dilakukan.

Untuk warming up kita bisa melakukan berjalan selama 10 menit sebelum berlari,atau kita dapat melakukannya seperti ini, jika kita ingin menempuh jarak lari sepanjang 4 mil, maka lakukan berjalan sejauh 1 mil.

Setelah tubuh kita sudah beradaptasi dengan porsi latihan yang kita jalani, maka kita dapat meningkatkannya ke porsi lebih jauh lagi. Sekali lagi lakukan sedikit demi sedikit agar tubuh kita beradaptasi terlebih dahulu dengan porsi saat ini dan siap untuk porsi yang akan kita tempuh selanjutnya.

Penting juga untuk kita melakukan stretching, foam rolling, ice baths, core exercises, dan massages secara reguler untuk memulihkan kondisi tubuh.

Ice bath, sangat membantu saat kita telah melakukan lari jarak jauh, ini dilakukan untuk menghilangkan kejang otot, memulihkan rentang gerak, dan untuk menghilangkan adhesi.

SHARE

LEAVE A REPLY

two × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.