Tempo Berlari Terbaik Dengan Pengaturan Nafas Yang Tepat

0
155
Tempo Berlari Terbaik Dengan Pengaturan Nafas Yang Tepat

Semua orang pasti tahu cara berlari. Tetapi, kebanyakan tidak mewarisi kemampuan lari pada kecepatan tertentu yang bisa dipertahankan terus. Tempo lari –dihitung dengan satuan menit per kilometer, yang tepat tergantung pada banyak faktor, seperti seberapa cepat lari Anda, seberapa bugar Anda, dan unsur genetik; itu semua adalah keahlian yang harus diasah seiring berjalannya waktu. Bahkan, pelari tingkat olimpiade pun harus berlatih lama.
Kebanyakan pelari pemula yang masih sangat bersemangat, berlari dengan cepat. Tetapi, setelah itu ‘bensinnya habis’. Di kepala kita, kata lari, alih-alih jogging, berkaitan erat dengan kecepatan, demikian menurut Brandon T. Vallair, pemilik Run for Speed di Dallas.
Coba lakukan talk test ini: Lari pada kecepatan tertentu dimana Anda tetap bisa ngobrol santai bersama teman. Bila Anda terengah-engah, perlambat kecepatan. Sebaliknya, bila Anda bisa lari sambil menyanyikan lirik lagu yang upbeat tanpa ngos-ngosan, tingkatkan kecepatan, tetapi jangan terlalu cepat, agar tidak malah terjungkal. “Tujuannya adalah menyelesaikan setiap sesi lari dengan keinginan untuk meningkatkan kemampuan di sesi lari berikutnya. Kalau Anda sudah ‘gas pol’, tak ada lagi yang ingin Anda capai,” kata Carl.

Tak Perlu Malu Berjalan
Jangan malu untuk berjalan. Pelari baru sebaiknya mulai dengan 3 kali latihan lari/jalan selama 20 menit setiap pekannya. Pekan berikutnya, usahakan untuk lebih banyak lari daripada jalan hingga Anda bisa lari selama 20-30 menit tanpa henti.
Lakukan itu dengan tetap mengaplikasikan talk test untuk menilai sudah sejauh mana upaya Anda selama beberapa pekan –atau bulan ini. Anda pun akan menjadi lebih bugar dan tanpa sadar selalu berusaha untuk berlari lebih cepat.
Pada akhirnya, kecepatan yang stabil malah akan menghambat kemajuan Anda. Karena itu, setiap upaya yang lebih keras dari sebelumnya berarti meningkatkan pembakaran kalori dan meraih manfaat kebugaran yang lebih besar. Namun, upaya yang lebih keras juga bisa membuat tubuh menjadi stres. Jadi, jangan berlebihan, agar Anda terhindar dari cedera.
Ikuti trik ini: Begitu Anda sudah bisa secara rutin lari 20-30 menit 3 kali sepekan selama minimal 4 pekan (idealnya hingga 3 bulan), tambahkan satu saja dari tiga elemen ini di bagian akhir salah satu latihan Anda setiap minggu: lari secepat-cepatnya selama 20 detik sebanyak 4 kali, lari mendaki bukit dengan cepat selama 30 detik sebanyak 3 kali, atau 6 kali lari cepat (sprint).
Selang-seling latihan interval intensitas tinggi ini dengan jogging santai selama minimal 2 menit. Setiap 1 atau 2 pekan, tingkatkan pembakaran kalori dengan menambahkan 10 detik pada latihan interval itu.

Visual: RUNNER.ID

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.