Jangan Makan Sebelum Olahraga!

0
820

Jangan Makan Sebelum Olahraga!
Bagi Anda –yang bukan atlet, memerhatikan nutrisi dengan makan yang benar dan teratur mungkin akan terdengar berlebihan

Sudah menjadi kewajiban bagi seorang atlet harus mengatur kalori yang masuk dan kalori yang keluar, apa saja yang harus mereka makan, apa saja yang tidak boleh mereka makan, dan sebagainya. Hal itu tentu sangat memusingkan bagi Anda yang berolahraga saja bisa dihitung dengan jari tangan selama satu pekannya.

Namun, jika Anda membicarakan makan sebelum berolahraga, yang jadi masalah bukan lebih kepada apa yang Anda makan, tetapi lebih kepada waktu.Tidak peduli kapan Anda ingin berolahraga: entah pagi, siang, sore, atau malam. Pastikan lakukan olahraga, dua sampai tiga jam setelah makan.

Dalam sebuah penelitian yang dirilis runnersworld.com, beraktivitas fisik dengan terlalu banyak makanan sebelum berolahraga justru akan membuat Anda merasa lesu dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan di bagian perut.

Jangan sampai olahraga mengganggu proses pencernaan

Secara umum, yang Anda rasakan saat berolahraga setelah makan itu akan menyebabkan efek kontraksi lambung yang berlebihan, sehingga akan ada gerak yang menimbulkan tekanan pada lambung dan menyebabkan sakit yang dikenal dengan istilah kram perut.

Apa yang menyebabkan kram perut?

Tidak semua makanan yang Anda konsumsi akan menyebabkan kram perut. Pada kenyataannya, “makanan berat” atau “makanan besar” adalah salah satu jenis makanan yang bisa menyebabkan kram perut ini.

“Makanan berat” adalah makanan yang mengandung lebih dari 600 kalori dengan beberapa ons protein atau daging (lemak), karbohidrat, sayuran, dan makanan ringan. Jika Anda mengasup makanan seperti itu, maka Anda harus menunggu tiga sampai empat jam sebelum olahraga. Kenapa? Karena setelah makan besar, tubuh harus mencerna makanan tersebut.

Pencernaan membutuhkan jumlah yang cukup banyak dari energi tubuh. Untuk memudahkan proses pencernaan, tubuh lebih mengarahkan aliran darah ke perut dan organ internal lainnya untuk menyelesaikan “pekerjaan” mencerna tersebut. Ini juga merupakan alasan mengapa Anda sering merasa mengantuk setelah makan besar. Aliran darah yang meningkat ke organ internal berarti akan mengakibatkan aliran darah yang berkurang pada kelompok otot besar, seperti kaki dan tangan.

“Ketika Anda berolahraga, yang terjadi adalah sebaliknya; aliran darah akan diarahkan dari organ internal untuk menuju otot besar agar bekerja dan memberikan energi yang diperlukan untuk kontraksi otot,” kata Susan Paul, MS, seorang pelatih lari dan fisiologis dari Orlando Track Shack Foundation.

Ketika Anda memiliki sejumlah besar makanan di perut Anda, berjalan cepat (sampai berlari) saja akan terasa sulit dan tidak nyaman, karena tubuh Anda tidak dirancang untuk melakukan pencernaan dan aktivitas fisik pada saat yang bersamaan.

Kram perut, sakit perut, gastro-intestinal distress, adalah keluhan yang paling umum ketika Anda mencoba untuk berolahraga (atau cukup berlari) pada kondisi perut masih penuh. “Pencampuran mekanis dan berdesak-desakan yang secara alami terjadi saat berolahraga dapat mengganggu saluran pencernaan juga,” ujar Susan.

Sumber: Runner’s World
Visual: OnRunning.com

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.