Apakah Compression Benar-Benar Berfungsi?

0
1198

Apakah Compression Benar-Benar Berfungsi?
Sekedar gaya atau meningkatkan performa

Anda pasti kerap memerhatikan pola pelari akhir-akhir ini. Mereka banyak mengenakan kaus kaki tinggi –mungkin berwarna mencolok, atau mengenakan celana yang sangat ketat –nampak seperti legging, namun mereka menyebutnya sebagai compression pants. Jelas, Anda pasti bertanya: “Apakah mengenakan pakaian lari sedemikian rupa benar-benar dapat membantu performa lari?”
Dan, pertanyaan tidak akan berhenti: “Bila benar membantu, apa penjelasan di balik itu?”
Pakaian compression terdiri dari berbagai macam, mulai dari kaos kaki, sleeve untuk betis, celana pendek sebatas paha, celana panjang sampai mata kaki –bahkan full body suit yang menyerupai pakaian selam yang biasa digunakan untuk triathlon.
Bila menilik penelitian lawas yang kerap dilakukan, pakaian lari ini menawarkan konsep medis yang sudah terbukti: Pakaian yang ketat dapat membantu peredaran darah dan limfatik (getah bening).
Dalam dunia olahraga, pakaian compression dikenakan untuk meningkatkan performa dan mempercepat proses pemulihan. Walaupun belum ada konsensus resmi, Aaron Hersh, seorang Senior Tech Editor di majalah Triathlete, akan menjelaskan mengenai pakaian compression.

Performa
Cara Bekerja: Walaupun terdengar kontradiktif, tekanan terhadap pembuluh darah menyebabkan mereka terbuka secara paksa. Hal ini membantu darah dan oksigen untuk mengalir lebih banyak ke area otot yang terbungkus oleh compression dan mengakomodasi pembuangan hasil kinerja otot. “Bantuan terhadap proses kinerja otot ini meningkatkan kapasitas otot untuk memproduksi energi dan mendukung pelari untuk berlari secara lebih efisien,” ujar Aaron.
Apakah Benar Demikian? Riset yang dilakukan di University of Newcastle menemukan bahwa pakaian compression untuk tubuh bagian bawah meningkatkan aliran darah dan menurunkan detak jantung saat sesi lari jarak jauh intensitas tinggi –mendukung teori bahwa kaos kaki compression membantu performa.
Namun, sayangnya studi tersebut tidak menemukan hasil nyata bahwa pakaian compression berhasil membuat seseorang berlari lebih cepat.

Mengurangi Pegal
Cara Bekerja: Kontak kaki dengan permukaan tanah mengirimkan getaran ke seluruh bagian kaki pelari dan menyebabkan otot bergoyang. “Hal ini diperkirakan dapat merusak otot dan menambah intensitas rasa pegal setelah olahraga,” kata Aaron. Sehingga, pakaian compression akan membungkus kaki dengan ketat dan membantu otot diam di tempat agar terhindar dari kerusakan lebih lanjut.
Apakah Benar Demikian? Massey University di Auckland melakukan penelitian yang memberikan hasil bahwa terdapat pengurangan dari DOMS atau delayed-onset muscle soreness (rasa pegal setelah olahraga) pada waktu 24 jam setelah olahraga ketika mengenakan celana compression saat berlari jarak 10K dengan kecepatan tinggi. Yang menarik, studi ini juga menemukan bahwa rasa pegal terasa berkurang secara spesifik di area otot yang terbungkus oleh compression.
Sekitar 93% subjek tes yang berlari tanpa mengenakan pakaian compression mengalami rasa pegal di kaki bagian bawah satu hari setelah berlari, tapi hanya 14% dari subjek tes yang berlari dengan compression mengalami rasa pegal yang sama.

Mempercepat Pemulihan
Cara Bekerja: Dengan membawa ekstra aliran darah, mengenakan pakaian compression setelah berolahraga bertujuan untuk mempercepat pembuangan hasil sisa metabolik otot dan membawa kembali zat-zat yang dibutuhkan otot untuk memulihkan diri.
Apakah Benar Demikian? Ada beberapa riset yang mendukung testimoni atlet dan mereka yang duduk dalam penerbangan untuk jangka waktu sangat lama bahwa kaki mereka terasa lebih baik setelah mengenakan compression. Peneliti di University of Exeter mengukur pemulihan dengan 3 latihan kekuatan yang dilakukan 1, 2, 3, dan 4 hari setelah subjek tes melakukan latihan plyometrics yang sengaja dirancang untuk menyebabkan rasa pegal.
Riset ini menunjukan bahwa mengenakan compression selama 24 jam setelah melakukan sesi olahraga intens memperbaiki performa para subjek tes dalam semua latihan kekuatan dan mengurangi rasa pegal yang mereka rasakan.

Perlukah Kita Mengenakan Pakaian Compression?
Walaupun penelitian dan testimoni dari banyak pelari menyatakan bahwa pakaian compression memberikan manfaat, keputusan untuk membelinya kembali ke diri masing-masing –dan tentunya menyesuaikan kepada kebutuhan Anda ketika berlari. “Bila benar-benar dirasa perlu, kenapa tidak?” kata Aaron. Namun, bila selama ini kita bisa berlari dan berlomba dengan baik, tidak membelinya juga bukan suatu masalah besar.
Cahyo Agung Nugroho, Redaktur Eksekutif Men’s Health Indonesia menyebutkan: “Ada empat celana compression –dari empat merk berbeda, yang saya miliki. Dari keempatnya, Compressport Full Tight adalah yang paling menawarkan derajat kompresi paling tinggi.”
Namun, Cahyo menjelaskan bahwa bagi Anda yang tidak biasa mengenakan celana compression, maka akan terasa kesulitan ketika memakainnya. Selain itu, Cahyo yang kerap menamatkan berbagai perlombaan marathon menyebutkan celana Compression benar-benar menunda rasa lelahnya ketika berlari. “Compressport Full Tight seperti memiliki kemampuan untuk menunda rasa lelah mundur jauh ke belakang,” kata Cahyo. Ia juga mengingatkan bahwa Anda wajib memahami fitting chart Compression agar tepat mendapatkan pakaian compression yang Anda inginkan.

Sumber: runnersworld.com
Visual: justrunlah.com

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.